Iramerdeka's Blog

Just another WordPress.com weblog

Cina-Tibet Mei 29, 2010

Filed under: Uncategorized — iramerdeka @ 1:12 pm

Cina adalah suatu Negara komunis yang memiliki penduduk terbesar di dunia, memiliki keragaman etnis budaya yang sangat tinggi. Tibet merupakan suatu wilayah yang ada di Cina, yang kita ketahui akhir-akhir ini semakin bergejolak, melainkan sekurangya sejak 50 tahun yang lalu. Pada tanggal 17 Maret 2008, terjadi pembantaian masal oleh militer Cina terhadap demonstran Tibet yang pro terhadap kemerdekaan, paling tidak 80 jiwa tewas. Demonstrasi yang dilakuakan tersebut untuk mengenang perjuangan pahlawan Tibet yang kalah atas pemerintahan Cina sehingga Tibet gagal memerdekakan diri.

Konflik Cina –Tibet termasuk dalam konflik etnis. Adanya etnis yang lebih tinggi berada di Cina sehingga Tibet menjadi salah satu etnis yang miskin. Tibet merupakan kasus khas sebuah bangsa di Asia dengan latar persamaan budaya dan bahasanya, yang bertali dengan sebuah ruang teritori tertentu. Pendudukan pemerintah Republik Rakyat China tahun 1949 atas Tibet didasarkan pada imagi relasi Tibet dengan imperium China selama 700 tahun, terutama 200 tahun di masa lalu.

Pemerintah Tibet di Pengasingan (The Government of Tibet in Exile) menulis gerakan resistensi terhadap pemerintah China dimulai sejak tahun 1952, dan semakin meluas tahun 1959. Resistensi rakyat Tibet terus menyeruak berbanding lurus dengan kekerasan yang menimpanya. Disebutkan 87 ribu nyawa hilang dalam hitungan bulan Maret 1959 hingga Oktober 1960 di Tibet Tengah. Selain ditekan melalui kebijakan bahasa, agama, dan budaya, posisi rakyat Tibet terus terdesak. Kini, di Lhasa, ibukota Tibet, rakyat etnik Tibet tinggal berjumlah separoh dibanding rakyat non-Tibet, terutama terdesak oleh etnik Han, kelompok etnik dominan China.

Banyak yang beranggapan bahwa kejadian ini ditujukan untuk memperkeruh situasi Cina menjelang Olimpiade. Secara historis Cina menhgklaim memiliki Tibet. Tibet menjadi penting, karena negeri ini membatasi langsung wilayah Cina dengan rivalnya di Selatan, yaitu India.

Tibet menjadi kunci keamanan diperbatasan dengan Selatan. Walaupun di Tibet bukanlah penghasil minyak, Tibet menjadi wilayah penting yang harus dijaga dan diselamatkan. Salam kenyataanya Tibet pernah menguasai Cina. Kebalikan dari sekarang, Cina menguasai Tibet. Rakyat Cina yang sudah pernah mengalami revolusi kebudayaan di tangan rezim Mao berusaha melakukan hal yang serupa atas rakyat Tibet.

Cina yang saat ini komunis harus membabat habis tradisi sangat kental agama di Tibet yang Budhis. Akibatnya pendeta-pendeta Budha yang sedianya dilarang ikut campur dengan masalah dunia harus turun ke jalan. Pada kasus ini bila dikaitkan dengan politik yang dinamis, ini dapat dimanfaatkan untuk mendesak Cina agar menghormati kelompok minoritas dan oposisi. Bila pemerintah Cina menghadapi aksi demonstrasi di Tibet terus dengan kekerasan.

Penyebab utamanya adalah karena China dipandang tidak menghargai hak kemerdekaan Tibet yang masih menjadi wilayah kekuasaannya. Demi kebebasan berpolitik dan beragama, sekitar 140 warga etnis Tibet tewas. Angka sebanyak itu yang disiarkan Pemerintah Tibet dalam pengasingan. Sebanyak 22 orang China juga diberitakan tewas dalam kerusuhan yang pecah sejak 24 Maret 2008. Memang ketetapan jumlah korban masih simpang siur, bisa lebih banyak atau lebih sedikit, karena terbatas atau bahkan tertutupnya akses ke Tibet.

Dalai Lama seorang pemimpin Tibet yang sangat gigih memperjuangkan pembebasan Tibet, di hadapan parlemen Eropa mengetengahkan pandangannya dalam rangka menyelesaikan perselisihan di Tibet.
Dalam pandangannya ia mengatakan bahwa Tibet harus diberi otonomi khusus dan bukan kemerdekaan. Hal itu disampaikannya pada tanggal 24 Oktober di Strasbourg. Dalam makalahnya ia mengetengahkan gagasannya tentang pendekatan jalan tengah.
”Dialog adalah cara yang bijaksana dan cemerlang untuk memecahkan masalah perbedaan dan konflik kepentingan. Memajukan budaya dialog dan antikekerasan merupakan suatu keharusan bagi masyarakat internasional demi keselamatan masa depan umat manusia. Saya yakin sebagian besar konflik global dapat dipecahkan melalui dialog sejati yang didukung dengan semangat keterbukaan dan rekonsiliasi. Karena itu saya tetap konsisten bahwa pemecahan konflik Tibet harus ditempuh melalui dialog dan tanpa kekerasan,” kata Dalai Lama.
”Kini Tibet menjadi negeri yang dikuasai dan ditekan pasukan bersenjata dan mengalami penderitaan yang mengerikan. Meskipun terdapat beberapa kemajuan dalam pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi, namun Tibet tetap menghadapi masalah fundamental yakni pelanggaran HAM di seluruh Tibet. Dan tak jarang muncul kebijakan yang bernuansa rasial dan diskriminasi budaya. Namun semua hal itu merupakan gejala dan konsekuensi dari masalah mendasar yang lebih dalam. Dan pemerintah Cina melihat perbedaan budaya dan agama sebagai sumber perpecahan,” kata Dalai Lama menambahkan.
Menurut Dalai Lama, pembebasan Tibet tanpa kekerasan dan melalui negosiasi dalam semangat rekonsiliasi dan kompromistis akan membuka jalan menuju dialog yang akan bermuara pada perundingan untuk memberikan otonomi khusus pada Tibet.

Ketika belakangan ini Tibet kembali bergejolak, tentu saja hal itu bukan semata-mata terjadi melalui gerakan rakyatnya, tetapi memang telah direncanakan bersamaan dengan upaya yang sistematis untuk meluncurkan gerakan kembali protest rakyat Tibet dan jaringannya, dibarengi dengan blow-up media yang besar-besaran. Dan tak mungkin Amerika Serikat (AS) tidak bermain di sana.

Analisa yang objektif mengenai Tibet tentunya harus melihat dari berbagai macam kepentingan yang bisa dianalisa dari pernyataan-pernyataan yang harus dikaitkan dengan bukti-bukti yang ada. Tiap-tiap negara, terutama antara Cina dan AS, yang telah melibatkan diri dalam pernyataan dan tindakan mengenai masalah Tibet tentunya memiliki kepentingan masing-masing.


http://indoforum.org/blog.php?s=01d2c5f264bd2f3c10c575198930f95c&u=44447 http://esaipolitiknurani.blogspot.com/2008/06/resensi-buku-tibet-di-media-indonesia.html http://torangraka.blogspot.com/2008/06/perancis-diprotes-beijing.html

http://jakartapress.com/news/cat/internasional Protes Tibet menelan korban

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s